Kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang tinggi dan prestisius,
sudah barang tentu menjadi batu loncatan bagi siapa pun yang ingin
mendapatkannya. Hadirnya berbagai macam universitas, baik dengan level
negeri atau pun swasta, memberikan harapan lain bagi seseorang yang
ingin meraih ilmu dan pendidikan serta cita-cita yang diimpikan.
Sekalipun rejeki dan jalan takdir seseorang sudah tertuliskan, selalu
ada kebimbangan dan keragu-raguan saat memilih jurusan apa yang hendak
digeluti. Jangankan jurusan, memilih universitas pun terasa sangat sulit
dan membingungkan. Di sisi lain, seseorang sudah pasti ingin memilih
universitas dalam taraf level terbaik dibanding universitas lainnya,
namun persaingan yang semakin ketat akan menyeleksi orang-orang terbaik
pula.
Persamaan gaya hidup, cara pandang, hobi dan ketertarikan, semakin
membuat seseorang terperangkap dalam ketidak-berdayaan menghadapi
persaingan. Sebut saja, jurusan Kedokteran misalnya, banyaknya peminat
dan sedikitnya peluang untuk diterima, menyebabkan banyak calon
mahasiswa gagal meraih sesuatu yang membanggakan. Pertanyaannya, apakah
hanya jurusan itu-itu saja yang bisa memberikan hidup kita lebih
bernilai?
Tentu tidak! Kita hanya selalu ketakutan menjalankan sesuatu yang
tidak kita sukai, padahal itu adalah yang terbaik untuk hidup kita.
Misalnya saja minum jamu. Pahit, tapi manfaat yang terasa jauh lebih
manis. Mengapa kita hanya berkutat dengan gengsi sebuah jurusan yang
paling disegani dan terkesan ‘dilebihkan’? Untuk menghadapi persaingan
yang semakin ketat, tidaklah seharusnya kita terus menjalani persaingan
itu dengan tetap bersaing. Jurusan-jurusan terbaik dengan persaingan
yang ketat dan passing grade yang tinggi, bukan berarti akan memberikan
dampak terbaik bagi hidup kita di kemudian hari.
“Lantas, harus kemana saya melanjutkan pendidikan?”
Kebanyakan orang, tidak tahu banyak tentang jurusan ini. Bahkan,
mereka pun (orang-orang yang sudah lama bergelut di bidang pendidikan
ini) tidak berharap datangnya banyak pesaing di bidang yang sangat
mereka kuasai, karena itu dapat mengindikasikan semakin sempitnya
kesempatan mereka-mereka yang sudah lebih dulu bergelut dengan bidang
ini. Suatu jurusan yang terlahir dari perkembangan teknologi dan
informasi, yang saat ini, populasi keprofesiannya pun masih sangat
langka dibandingkan bidang keprofesian lainnya.
Adalah jurusan Teknik Geomatika, yang hanya terdapat di beberapa
perguruan tinggi, seperti UGM Yogyakarta, ITB Bandung, UNDIP Semarang,
ITS Surabaya, ITN Malang, yang beberapa diantaranya masih bernama
jurusan Teknik Geodesi. Karena pada dasarnya, disiplin ilmu Geomatika
ini adalah ‘saudara kembarnya’ Geodesi, salah satu ilmu pendidikan
tertua yang pernah ada.
Geomatika merupakan suatu kajian keilmuan dan rekayasa yang mengacu
kepada pendekatan terpadu dari kegiatan mengukur, menganalisis,
mengelola, menyimpan, menyajikan deskripsi dan lokasi data berbasis muka
bumi (georeferenced) atau yang sering disebut sebagai data spasial
(Canadian Institute of Surveying and Mapping).
Sementara itu, Geodesi adalah bidang ilmu inter-disiplin yang
menggunakan pengukuran-pengukuran pada permukaan bumi serta dari wahana
pesawat dan wahana angkasa untuk mempelajari bentuk dan ukuran bumi,
planet-planet dan satelitnya, serta perubahan-perubahannya; menentukan
secara teliti posisi serta kecepatan dari titik-titik atau objek-objek
pada permukaan bumi atau yang mengorbit bumi dan planet-planet dalam
suatu sistem referensi tertentu; serta mengaplikasikan pengetahuan
tersebut untuk berbagai bidang aplikasi ilmiah dan rekayasa menggunakan
matematika, fisika, astronomi dan ilmu komputer.
Dengan kata lain, Geodesi dan Geomatika memiliki persamaan yang
sejenis, hanya saja, Geomatika merupakan suatu terminologi modern yang
menunjukan perkembangan pesat ilmu Geodesi, yang berhubungan dengan
bidang geo-informasi.
Di Universitas Gadjah Mada sendiri, Teknik Geomatika merupakan
program studi dari jurusan Teknik Geodesi, yang mulai dibuka pada tahun
2001 dan saat ini telah bergabung ke dalam struktural Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada (tahun 2011). Adapun Visi, Misi dan Tujuan
Program Studi Diploma 3 Teknik Geomatika SV UGM, adalah:
Visi:
Program Diploma 3 Teknik Geomatika mampu menghasilkan lulusan yang
profesional, berintegrasi tinggi, berkualitas, berbudaya dan bermoral,
sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal dalam bidang Teknik
Geomatika terapan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat
Indonesia dan dunia global.
Misi:
- Menyelenggarakan pendidikan tinggi teknik untuk menghasilkan lulusan
yang menguasai keterampilan di bidang Teknik Geomatika terapan,
bersifat lentur (flexible) sehingga dapat berkembang sejalan dengan
perubahan dan perkembangan IPTEK, produktif sehingga dapat memberikan
nilai tambah dalam karya-karyanya baik secara individu maupun kelompok,
memiliki kemampuan wirausaha dan inovasi.
- Menjalin program kemitraan baik dengan pendidikan sejenis maupun dengan universitas, di dalam negeri maupun luar negeri.
- Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, terutama di bidang Teknik
Geomatika terapan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Tujuan Pendidikan:
- Program Diploma 3 Teknik Geomatika Sekolah Vokasi UGM, menghasilkan
lulusan yang mampu dan terampil dalam menerapkan teknologi geomatika
yaitu: Survei Pemetaan dan Penentuan Posisi (Surveying, Mapping and
Positioning), Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh
(Remote Sensing).
- Mendukung program pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan oleh instansi atau perusahaan.
Kebanyakan orang, belum tertarik untuk memilih jurusan ini sebagai
pilihan pertamanya. Padahal prospek kerja dari jurusan ini sungguh
menggiurkan, bahkan tidak kalah bersaing dengan disiplin ilmu lainnya.
Sekalipun jurusan ini merupakan jurusan dengan titel seorang Ahli Madya,
namun itulah yang sebenarnya sangat dibutuhkan pada saat ini. Banyak
instansi pemerintahan maupun swasta yang bergerak di bidang Survei
Rekayasa, Survei dan Pemetaan, DirJen Pajak, Badan Pertanahan Nasional,
Pertamina, Departemen Pertambangan, Departemen Perkebunan, Departemen
Kimpraswil (PU), Tata Kota, Bappeda, dan instansi swasta lainnya, yang
membutuhkan lulusan Diploma 3 (Ahli Madya) jurusan Teknik Geomatika.
Peluang kerja yang terbuka luas dengan tingkat persaingan yang tidak
terlalu tinggi (disebabkan kurang peminat dan lulusan jurusan D3 Teknik
Geomatika), menjadi alasan terkuat dan ter’masuk-akal’ untuk memilih
jurusan ini, dan mempersiapkan diri menjadi surveyor profesional.
Belum lagi, fasilitas dan sarana pendidikan yang sudah ada, menjadi
nilai tambah tersendiri. D3 Teknik Geomatika yang merupakan ‘anak
kandung’ dari S1 Teknik Geodesi di UGM, kali ini masih menempati gedung
yang sama, yaitu di lingkungan pendidikan terpadu Fakultas Teknik UGM.
Bersamaan dengan itu, fasilitas lainnya seperti laboratorium, ruang
referensi (perpustakaan) dan tenaga kerja (dosen) merupakan fasilitas
bersama antara D3 Teknik Geomatika, S1 Teknik Geodesi, dan S2 Teknik
Geomatika UGM. Hal ini menjadikan Prodi D3 Teknik Geomatika UGM siap
melahirkan surveyor-surveyor profesional dan siap kerja.
Alasan-alasan pendukung lainnya, seperti Universitas Gadjah Mada
adalah salah satu dari tiga Universitas Terbaik Dunia di Indonesia, maka
kualitas Prodi Teknik Geomatika UGM pun tidak perlu diragukan lagi.
Lantas, UGM yang terletak di DIY Yogyakarta dengan kultur yang ramah,
ditambah Kota Yogyakarta merupakan kota pendidikan, kota budaya,
sekaligus kota wisata, dengan biaya hidup yang tidak terlalu tinggi
ketimbang kota-kota lain di Indonesia, kembali menambah keyakinan
seorang calon mahasiswa untuk siap meniti jalan kehidupan di jurusan
Teknik Geomatika.
Maka, tunggu apa lagi? Mantapkan hati untuk bersiap menyongsong
kehidupan yang jauh ke depan dengan prospek kerja yang terbuka luas dan
menggiurkan, hanya di Program Studi Diploma 3 Teknik Geomatika UGM.
Pengen lebih tahu banyak tentang Geomatika UGM? Klik link berikut:
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Keluarga Mahasiswa Diploma Geomatika UGM
Gus Rizky Syafaat